Blog Ade Tiawan | Personal Inspirasi

Blog Ade Tiawan | Personal Inspirasi

Keyboard iPad Antiair dari Logitech

Author: Ade Tiawan  Posted in:
Keteledoran sering kali membuat gadget kesayangan kita rusak, seperti menumpahkan air dengan tidak sengaja ke iPad kita, sehingga mengakibatkan kerusakan. Tetapi sekarang jangan khawatir, karena ada keyboard antiair yang akan melindungi iPad Anda.

Perusahaan Logitech telah memperkenalkan sebuah produk FabricSkin Keyboard Folio yang akan membuat iPad Anda aman dari air serta melindungi iPad Anda dari goresan. Iya karena FabricSkin Keyboard Folio ini didesain layaknya casing untuk melindungi iPad Anda.

Keyboard iPad Antiair ini bisa digunakan untuk iPad 2 sampai iPad generasi terbaru yaitu iPad 4. untuk ukurannya sendiri adalah 200mmx225mmx20mm dengan pilihan warna Carbon Black, Mars Red Orange, Electric Blue, Urban Grey, Sunflower Yellow, dan Mystic Blue.

Dan untuk memiliki Keyboard iPad Antiair ini, Anda perlu mengeluarkan kocek sebesar $149.99. (AT/Mashable)

Link terkait produk klik disini.Description: Keyboard iPad Antiair dari Logitech Rating: 4.5 Reviewer: Ade Tiawan - ItemReviewed: Keyboard iPad Antiair dari Logitech
5/30/2013  No comments

Galaxy SIV Mini siap Tempur Dipasaran

Author: Ade Tiawan  Posted in:
Kabarnya pihak samsung akan menghadirkan produk teranyarnya galaxy s4 dalam ukuran mini, hal ini telah dikonfirmasi melalui samsung apps. Seperti produk samsung galaxy generasi sebelumnya galaxy SIII juga memunculkan versi mini, bagaimana dengan Galaxy SIV mini ini?

Samsung Galaxy SIV mini ini akan hadir dengan Sistem Operasi Android Jelly Bean 4.2.2, dengan spesifikasi lebih rendah dari versi normalnya yaitu menggunakan prosesor 1.6 GHz Exynos dual-core, RAM 1GB untuk jaringan 3G dan 2GB untuk jaringan LTE.

Untuk ukuran layarnya sendiri, Samsung Galaxy SIV mini ini yaitu 4.3 inch dengan tampilan menggunakan Super AMOLED dan resolusi sebesar 540x960. Selain itu, juga dilengkapi dengan kamera 8 megapixel dengan baterai berkekuatan 2100mAh.

Smartphone mini ini belum diketahui kapan bakal dirilis, semoga pada pertengahan 2013 ini segera hadir ditangan-tangan pecinta gadget pintar. (AT)Description: Galaxy SIV Mini siap Tempur Dipasaran Rating: 4.5 Reviewer: Ade Tiawan - ItemReviewed: Galaxy SIV Mini siap Tempur Dipasaran
5/30/2013  No comments

Makam Gantung Blitar Kota (Eyang Djojodigdo)

Author: Ade Tiawan  Posted in:
Makam Gantung Eyang Djojodigdo © itoday.co.id

Pasti hal pertama yang ada dibenak kita adalah makam gantung, seperti apa itu? sebenarnya makam ini layaknya makam-makam biasanya, tetapi ada yang beda dalam proses pemakaman pada makam yang sering dijuluki oleh masyarakat blitar dengan makam gantung ini. Konon ditempat inilah Eyang Djojodigdo (baca: Eyang Joyodigdo) dimakamkan.

Lalu siapakah Eyang Joyodigdo ini?

Eyang Joyodigdo ini konon adalah orang dekat Pangeran Diponegoro yang memiliki ajian pancasona. Ajian yang membuat orang tidak bisa mati kalau tubuhnya bersentuhan dengan tanah. Karena itulah, agar orang yang memiliki ajian pancasona tidak hidup kembali, waktu meninggal jasadnya jangan sampai menyentuh tanah, karena itu dimakam ini disebut makam gantung.

Lantas bagaimana Eyang Joyodigdo ini bisa memiliki ajian pancasona?

Menurut Biran juru kunci dimakam gantung, semasa hidupnya, Eyang Joyodigdo ini sering melakukan tirakat dan berguru kebangsa lelembut dan manusia. Berbagai macam ilmu telah dikuasi termasuk ilmu ajian pancasona yang konon didapat dari berguru kepada sosok gaib yang memiliki ajian pancasona. Kalau dalam kisah wayang, sosok yang memiliki ajian pancasona adalah Subali keturunan bangsa kera.

Eyang Joyodigdo ini adalah keturunan darah biru mataram. Bersama dengan Pangeran Diponegoro, melakukan perlawanan terhadap Belanda. Pada tahun 1825, timbul perselisihan antara Belanda dengan Pangeran Diponegoro. Penyebabnya adalah pihak keraton yang terlalu merendahkan martabat Diponegoro. Keraton Yogyakarta, seakan-akan berdiri hanya karena kemurahan hati Belanda.

Selain itu, yang membuat geram Diponegoro adalah kekuasaan raja-raja ditanah Jawa terus dipersempit, kekuasaan raja yang disamakan dengan kedudukan pengawai tinggi pemerintahan Kolonial. Bahkan, pemerintah kolonial terlalu jauh mencampuri urusan keraton dengan cara ikut campur dalam hal pergantian raja. Lebih menyakitkan lagi bagi Diponegoro, pihak Belanda memungut pajak jalan, ternak, rumah serta hasil bumi kepada rakyat jelata. Karena itu, ketika kompeni membuat tanda tapal batas untuk jalan yang melewati tanah leluhurnya, tanda tapal batas itu langsung dicabut. Dengan begitu, api peperangan telah tersulut.

Selama dalam masa peperangan yang berlangsung lima tahun (1825-1830), salah satu pengikut pangeran Diponegoro yang setia melakukan perlawanan kepada Belanda yakni, Joyodigdo. Tak hanya sekali, tokoh sakti ini tertangkap dan dieksekusi mati oleh Belanda. Namun, karena mempunyai Aji Pancasona, begitu jasadnya dibuang oleh Belanda, Joyodigdo hidup lagi tanpa sepengetahuan kompeni. Hingga pada akhirnya, di tahun 1830, Pangeran Diponegoro ditangkap karena siasat licik pihak kompeni. Meskipun Pangeran Diponegoro telah diasingkan ke Makasar setelah tertangkap, bukan berarti darah pejuang Joyodigdo padam. Walau saat pecah perang Pangeran Diponegoro, usianya masih menginjak sekitar 30-an. Ia terus melakukan perang gerilya bersama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain.

Saat itu wilayah Yogyakarta terlalu banyak penjagaan oleh kompeni, Joyodigdo memilih perang gerilya menuju arah timur. Selama perjalanan kearah timur, setiap pos Belanda yang lengah, pasti diserang hingga sampailah di wilayah Blitar. Di kota ini, tanpa sepengetahuan pihak penguasa Blitar saat itu, Joyodigdo terus melakukan perlawanan terhadap Belanda. Merasa wilayahnya aman dari pemerasan kompeni, kemudian Adipati Blitar saat itu, mengirim pasukan telik sandi (intel) untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang telah membuat takut kompeni di wilayah Blitar. Hingga pada akhirnya, telik sandi yang dikirim oleh sang Adipati, menemukan Joyodigdo di sebuah hutan yang masuk Blitar Selatan. Atas perintah Adipati Blitar, telik sandi mengundang Joyodigdo untuk datang ke pendopo. Namun permintaan utusan Adipati Blitar ini ditolak halus dengan alasan masih sibuk melatih laskar untuk mengusir kompeni. Karena tolakan halus dari Joyodigdo ini, kemudian telik sandi langsung pulang dan melapor kepada Adipati.

Dua tahun kemudian, Adipati Blitar kembali mengirim utusan. Saat itu, patih di kadipaten Blitar mangkat dan harus segera dicarikan pengganti. Maksud Adipati mengirim utusan yang kedua, agar Joyodigdo bersedia menjadi pati di kadipaten Blitar. Dan karena banyak pihak kompeni yang meninggalkan Blitar lantaran serangan gerilya pasukan Joyodigdo, tokoh ini bersedia menerima tawaran Adipati Blitar. Sebagai seorang keturunan darah biru dan pernah tinggal di keraton, ketika diangkat menjadi patih di kadipaten Blitar, Joyodigdo sudah tak asing lagi dengan pemerintahan. Patih Joyodigdo mampu mengambil kebijakan yang sangat cakap. Hal inilah yang membuat salut sang Adipati Blitar. Karena kecakapan ini, kemudian sang Adipati memberinya tanah perdikan yang sekarang berada di Jalan Melati kota Blitar.

Di tanah perdikan ini, Joyodigdo kemudian membangun sebuah rumah besar untuk keluarganya dan diberinya nama, Pesanggerahan Joyodigdo. Hingga saat ini, rumah yang didirikan oleh Joyodigdo masih berdiri kokoh. Sebagai manusia biasa, walau mempunyai Aji Pancasona, Joyodigdo akhirnya wafat pada tahun 1905 diusia seratus tahun lebih. Karena khawatir akan hidup lagi begitu menyentuh bumi, kemudian oleh para kerabat, makamnya diusahakan agar tidak menyentuh tanah. Jasad Joyodigdo dimasukkan kedalam peti besi, dan peti itu kemudian disangga dengan empat tiang yang juga terbuat dari besi.

Referensi:
http://www.itoday.co.id/metafisika/ini-dia-misteri-makam-gantung-di-blitar
http://kusumakomp.wordpress.com/2012/03/22/kisah-misteri-pemilik-ajian-pancasona-makamnya-digantung/
http://www.youtube.com/watch?v=Q7j1RHQSU3IDescription: Makam Gantung Blitar Kota (Eyang Djojodigdo) Rating: 4.5 Reviewer: Ade Tiawan - ItemReviewed: Makam Gantung Blitar Kota (Eyang Djojodigdo)
5/28/2013  No comments

Followers