Blog Ade Tiawan | Personal Inspirasi

Blog Ade Tiawan | Personal Inspirasi

Foto Nenek Pakek Model Kaos BB+

Author: Ade Tiawan  Posted in:
Pasti bakalan ngakak habis kalau melihat kelakuan para nenek-nenek yang memakai kaos BB+. Langsung aja lihat beberapa foto dibawah ini:

Kaos Seksi

Kaos Bugil

Gadis Bugil kaos

Trio Macan BugilDescription: Foto Nenek Pakek Model Kaos BB+ Rating: 4.5 Reviewer: Ade Tiawan - ItemReviewed: Foto Nenek Pakek Model Kaos BB+
11/05/2011  No comments

Hot Foto Bulan Madu Pangeran Charles di Internet

Author: Ade Tiawan  Posted in:
pangeran-charles-dan-putri-dianaInilah foto Pangeran Charles dengan Putri Diana yang akan berbulan madu waktu muda. Terlihat sangat bahagia dan saling mencintai kan? tapi sayang, pernikahan tersebut akhirnya melukai hati Putri Diana.

Gambar ini diambil saat Putri Diana dan Pangeran Charles bersantai di papan Royal Yacht Britannia. Dilansir Republika.co.id dari Daily Mail, gambar hitam dan putih diambil oleh seorang fotografer resmi di perahu Royal Yacht Britannia, di mana pasangan ini menghabiskan bulan madu mereka.

Awak Terry Smith mengambil gambar Charles dan Diana di kapal selama bulan madu mereka - ketika Pangeran Charles mendapat julukan Kuda Gila (Crazy Horse) untuk taktik agresif di dek kapal.

Foto-foto ini kemudian dicetak dan dijadikan sovenir bagi awak kapal, untuk menghargai kesetiaan mereka dan pelayanan mereka kepada pengantin baru yang diasumsikan setiap orang saat itu bahwa mereka akan menjadi raja dan ratu Inggris.

Di antara foto itu, adalah Diana yang tertawa riang di sebuah bar kapal dengan suaminya. Diana saat itu memsan minuman ringan dan Charles segelas jus jeruk.
Diana tidak terlihat, menunjukkan 22 awak berenang di Mediterania. Diana, katanya, melompat ke dalam air setelah foto itu dibuat.

Tentang keduanya, Smith menyatakan, "Charles dan Diana sangat ramah dan cerewet. Mereka bisa santai di sini, dan sangat takjub melihat keduanya dalam pakaian normal seperti kita - hanya celana jins dan T-shirt. Diana seperti menghirup udara segar, seperti gadis yang tengah libur dari sekolahnya.

Pelayaran bulan madu dimulai pada Gibraltar dan membawa pasangan pada perjalanan langka yang jauh dari pusat perhatian. Pada satu tahap, mereka pergi ke daratan di Yunani untuk barbekyu romantis berdua di pantai, Smith mengingatnya.Description: Hot Foto Bulan Madu Pangeran Charles di Internet Rating: 4.5 Reviewer: Ade Tiawan - ItemReviewed: Hot Foto Bulan Madu Pangeran Charles di Internet
11/05/2011  No comments

Ketidak Jelasan Yayasan New7Wonders

Author: Ade Tiawan  Posted in:
Djoko Susilo yang merupakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss meragukan yayasan New7wonders sebagai penyelenggara tujuh keajaiban dunia yang menomisasikan Taman Nasional  Komodo sebagai finalis.

Dilansir dari Liputan6.com, "Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, merasa perlu untuk memberikan penjelasan sebagai berikut," kata Djoko dalam surat elektronik bertanggal 31 Oktober 2011. Dan inilah kronologi yang dimaksud Djoko.

  • Desember 2007, N7W mengumumkan peresmian kampanye. Pada tahap awal terpilih tiga destinasi wisata Indonesia dan yang masuk nominasi adalah Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan Anak Gunung Krakatau, bersama dengan 440 nominasi dari 220 Negara

  • Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai OSC dan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi USD 199.

  • Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo menjadi Indonesia National Nominees dan menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis.

  • Februari 2010, pihak N7W menawari Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W yang akan dilaksanakan pada 11 November 2010

  • Setelah menjajaki dan beberapa kali mengadakan pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah.

  • Pada 6 Desember, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan liscense fee sebesar 10 juta dolar AS.

  • Pada 29 Desember 2010, N7W  mengeluarkan ancaman melalui Kepala Komunikasi N7W Eamon Fitzgerald yang memberikan batas waktu sampai 31 Januari 2011 kepada pemerintah Indonesia, untuk menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Jika sampai batas waktu itu tidak ada ketegasan, maka N7W akan menangguhkan status Taman Nasional Komodo sebagai finalis N7W.

  • Todung Mulya Lubis, kuasa hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dahulu Kembudpar) RI, pada 2 Februari 2011 melayangkan surat elektronik kepada N7W dan memprotes rencana eliminasi TNK sebagai finalis. Lima hari kemudian, surat itu ditanggapi pengacara N7W yang beralamat di London. Isinya, TNK tidak tereliminasi, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) tak lagi bisa menjadi official supporting committee (OSC).

  • Pada 11 Februari 2011, Todung Mulya Lubis mengirim surat via e-mail lagi dan meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) untuk kembali menjadi OSC. Surat kedua itu tidak dijawab.

  • Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) sebagai OSC itu membuat harga diri bangsa dilecehkan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mewakili Pemerintah Indonesia tak boleh ikut mempromosikannya.

  • Pekan lalu, Maldives (Maladewa), satu dari 28 finalis, menarik diri dari kompetisi yang diselenggarakan N7W itu. Negara kepulauan kecil dekat Sri Lanka itu menarik diri karena urusan finansial yang dibebankan N7W.

  • Pada 28 April 2011, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif mengutus satu delegasi beranggotakan delapan orang yang terdiri dari pejabat kementerian, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Lubis, Santosa & Maulana, dan beberapa wartawan nasional untuk menyelidiki keberadaan N7W.

  • Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, membantu delegasi dari Jakarta untuk penyelidikan itu. Duta Besar Djoko Susilo sejak pertama kali datang di Swiss telah berhubungan dengan pemimpin redaksi harian nasional Swiss dan selalu mempertanyakan kredibilitas Yayasan N7W.  Sangat diherankan para pemimpin redaksi harian nasional Swiss tidak mengenal keberadaan Yayasan N7W.

  • Tim dari Jakarta yang dibantu staf KBRI Bern mengadakan kunjungan ke alamat yang tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8034 Zurich.  Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai. Seharusnya alamat itu adalah: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat Museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier dan selesai dibangun pada 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari jam 14.00-17.00.

  • Tim dari Jakarta juga mendatangani kantor Pengacara Patrick Sommer dari Kantor Pengacara CMS von Erlach Henrici Ltd, untuk mendapatkan bantuan.

  • Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris.

  • Masyarakat Swiss sendiri tidak mengenal Yayasan N7W, dan yayasan ini bukan bagian dari UNESCO.

  • Sebagaimana diketahui, pada 1991, Taman Nasional Komodo bersama Taman Nasional Ujungkulon, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan, oleh UNESCO dimasukkan sebagai warisan dunia. Karena reputasi UNESCO sebagai badan khusus PBB yang didirikan pada 1945 itu jauh melampaui N7W, ada baiknya kita tidak terpancing oleh aturan main N7W.
Description: Ketidak Jelasan Yayasan New7Wonders Rating: 4.5 Reviewer: Ade Tiawan - ItemReviewed: Ketidak Jelasan Yayasan New7Wonders
11/05/2011  No comments

Followers